BEM Masihkah Dibutuhkan
Mahasiswa, mungkin sebuah fenomena menarik yang saking populernya menjadi terlupakan. Fenomena ini dari zaman ke zaman menjadi sebuah catatan kecil yang sangat menarik untuk diamati. Bagaimana tidak? Pergerakan mahasiswa dari zaman sebelum kemerdekaan telah menunjukkan sebuah bukti nyata mengenai fungsi dan peran yang patut untuk diperhitungkan. Mungkin Anda lebih tahulah. Sebab, dalam setiap buku sejarah sudah tercatat di dalamnya. Untuk itu, akan panjang jadinya ketika saya harus membuka ensiklopedi pergerakan mahasiswa Indonesia ini.
Namun yang jelas pasti, dewasa ini agaknya mahasiswa khususnya Unnes memiliki kecenderungan yang sangat jauh dari prinsip-prinsip perjuangan. Lembaga-lembaga internal kampus sepertinya mengalami kemandulan akibat saking seringnya melakukan masturbasi. Lembaga-lembaga yang seharusnya lebih peka terhadap baik perkembangan internal kampus maupun eksternal kampus seakan disibukkan dengan rangkaian kegiatan yang lagi-lagi hanya berkutat pada masalah ‘DANA’. Memang tidak dipungkiri sebuah organisasi tidak akan dapat berjalan manakala tidak memiliki dukungan finansial. Namun amat sangat disayangkan jika kemudian mereka yang notabene merupakan kaum intelektual ini hanya meributkan soal “DUIT”. Cari sponsor, bikin kegiatan besar-besaran, buka seminar, bikin forum yang ujungnya tidak jelas untuk apa. Jika demikian yang terjadi, lantas apa yang bisa disumbangkan kepada masyarakat?
BEM sebagai lembaga yang bertanggungjawab terhadap keberlangsungan dinamika kampus menjadi lemah. Konsep-konsep yang ditawarkan kepada pihak-pihak terkait hanya mandul di tengah jalan karena adanya ketidakmatangan dalam proses pendewasaan personil. Sehingga ini semakin menunjukkan BEM bukan lagi Badan Eksekutif Mahasiswa melainkan Badan Ekslusifisme Mahasiswa. Kalau memang demikian, yang menjadi pertanyaan saya perlukah BEM itu ada?
Mungkin jawabannya bukan perlu atau tidaknya. Namun jauh lebih dalam lagi, seharusnya dengan pertanyaan tersebut saatnya BEM KM Unnes semakin menata dan melakukan instrospeksi diri. Mengingat, banyak pekerjaan yang masih belum rampung. Untuk itu, perdebatan macam apapun mungkin hanya akan menemui jalan buntu. Karena yang dibutuhkan saat ini adalah upaya nyata yang dapat menunjukkan etikat baik tersebut.
Terima kasih,
















Leave your response!