Home » Tanpa tinta

Semangat hidup

9 July 2008 139 views 2 Comments

Dua orang pria, keduanya menderita sakit keras, sedang dirawat di sebuah kamar rumah sakit. Seorang di antaranya menderita suatu penyakit yang mengharuskannya duduk di tempat tidur selama satu jam setiap sore untuk mengosongkan cairan dari paru-parunya. Kebetulan, tempat tidurnya berada tepat di sisi jendela satu-satunya yang ada di kamar itu. Pria kedua menderita penyakit yang mengharuskannya berbaring lurus di atas punggungnya.

Setiap hari mereka saling bercakap-cakap selama berjam-jam. Mereka membicarakan istri dan keluarga, rumah, pekerjaan, keterlibatan mereka di ketentaraan, dan tempat-tempat yang pernah mereka kunjungi selama liburan.

Setiap sore, ketika pria yang tempat tidurnya berada dekat jendela diperbolehkan untuk duduk, ia menceritakan tentang apa yang terlihat di luar jendela kepada rekan sekamarnya. Selama satu jam itulah, pria kedua merasa begitu senang dan bergairah membayangkan betapa luas dan indahnya semua kegiatan dan warna-warna indah yang ada di luar sana.

“Di luar jendela, tampak sebuah taman dengan kolam yang indah. Itik dan angsa berenang-renang. Anak-anak bermain dengan perahu-perahu mainan. Beberapa pasangan berjalan bergandengan di tengah taman yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga berwarnakan pelangi. Sebuah pohon tua besar menghiasi taman itu. Jauh di atas sana terlihat kaki langit kota yang mempesona. Suatu senja yang indah.”

Pria pertama itu menceritakan keadaan di luar jendela dengan detil, sementara temannya memejamkan mata membayangkan semua keindahan pemandangan itu. Perasaannya menjadi lebih tenang dalam menjalani kesehariannya di rumah sakit itu. Semangat hidupnya menjadi lebih kuat, percaya dirinya bertambah.

Pada suatu sore yang lain, pria yang duduk di dekat jendela menceritakan tentang parade karnaval yang sedang melintas. Meski pria yang kedua tidak dapat mendengar suara parade itu, namun ia dapat melihatnya melalui pandangan mata pria yang pertama yang menggambarkan semua itu dengan kata-kata yang indah.

Begitulah seterusnya, dari hari ke hari. Dan, satu minggu pun berlalu.

Suatu pagi, perawat datang membawa sebaskom air hangat untuk mandi. Ia mendapati ternyata pria yang berbaring di dekat jendela itu telah meninggal dunia dengan tenang dalam tidurnya. Perawat itu lalu memanggil perawat lain untuk memindahkannya ke ruang jenazah.

Mengetahui temannya telah meninggal, pria kedua itu meminta pada perawat agar ia bisa dipindahkan ke tempat tidur di dekat jendela itu. Perawat menuruti kemauannya dan mempersiapkan segala sesuatu. Ketika semuanya selesai, ia meninggalkan pria tadi seorang diri dalam kamar.

Dengan usaha keras, pria ini memaksakan dirinya untuk bangun. Ia ingin sekali melihat keindahan dunia luar melalui jendela itu. Betapa senangnya ketika akhirnya ia mampu bangkit dan melihat ke luar jendela. Hatinya tegang, perlahan ia menjengukkan kepalanya ke jendela di samping tempat tidurnya. Apa yang dilihatnya? Ternyata, jendela itu menghadap ke sebuah tembok kosong!

Ia berseru memanggil perawat dan menanyakan apa yang membuat teman pria yang sudah wafat tadi bercerita seolah-olah melihat semua pemandangan yang luar biasa indah di balik jendela itu. Perawat itu menjawab bahwa sesungguhnya pria tadi adalah seorang yang buta bahkan tidak bisa melihat tembok sekalipun. “Barangkali ia ingin memberimu semangat hidup,” kata perawat itu.

logo

2 Comments »

  • konsultasi kesehatan said:

    terima kasih Mas….kayaknya aq pernah membaca cerita semacam ini (atau De javu?)..
    Aq sampai terharu membaca cerita ini…seakan2 mengingatkan pada yg namanya SIMPATI atau EMPATI.kapan kita bersimpati kapan kita berempati…

    Kami yg berkecimpung di dunia kesehatan ,hari2 melihat kejadian sedih, haru, tt semangat, kesabaran dari ratusan pasien2 yg pernah dirawat……

    Seharusnya kami banyak mengabil pelajaran dari guru-guru kami, yaitu para pasien ,yg telah memberika contoh kepada kami ketika memaknai arti hidup ini.

    Terima kasih Mas……………..

  • duan said:

    cerita yang menarik bro..mantep2 !!

    Jadi artis koq Sombong Posting Terbaru dari duan

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Dapatkan disini Free Domain+Hosting & Themes Premium WordPress Murah

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.