TENTANG UNNES (Keperihatinan Ku)
29 May 2008
27 views
5 Comments
Keprihatinan ku meski aku tidak mengalama hal itu (bernyukur) tapi aku bisa merasakan akan apa yang teman-teman rasakan waktu regrestasi masih manual belom ada sistem online, semua perlengkapanya di sediakan dari pusat, seingatku mulai dari, kertas regrestasi, jadwal kuliah, KRS, revisi KRS, KTM, rekap nilai, yang semuanya gratis Walau kadang jaga ada biaya tapi cuma 1000 rupian, tapi mengingat sekarang di saat BBM naik semua serba biaya, bagai mana tidak dimulai saat mahasiswa mulai regrestasi mereka harus mengeluarkan biaya lebih baik untuk membayar WARNET, blom lagi nanti saat revisi, saat mereka rekap nilai, uplot foto KTM, melihat jadwal, belom lagi ditambah biaya ngeprin semua yang dibutuhkan, sekedar perbandingan aja rata rata harga koneksi warnet di lokasi kampus UNNES 3000-4000 rupiah/jam biaya print 400-500 rupiah/lembar,
secara tidak langsung supsidi atau biaya yang dulu di gunakan oleh pusat untuk menyukupi semua kebutuhan mahasiswa dialihkan buat biaya koneksi internet, domain,hosting dan apalah yang digunakan untuk kelengkapan sistem online di unnes. yang menjadi pertanyaan sekarang adalah kenapa mahasiswa dikenakan biaya untuk mengakses koneksi internet padal itu kan seharusnya konpensasi dari pengalihan biaya produksi yang dialihkan, Malah sekarang biaya warnet di kampus naik apasudah menjadi ladangh bisnis ya sekarang warnet di kampus ? dari mana asalnya biaya operasinal untuk sistem online di UNNES kan dari mahasiswa juga to? seharusnya dari mahasiswa kembali ke mahasiswa itu menurut saya .
Yang membuat saya lebih prihatin lagi adalah, adanya supsidi terbalik di UNNES, bagi mana tidak mereka yang punya LEPTOP (NOTE BOOK) bisa mengakses internet dengan Grat IS tanpa ada biaya, Padal dari segi ekonomi mereka lebih beruntung itu terbukti dengan mereka bisa nenteng komputer jinjing, tapi apa yang terjadi pada mereka yang tidak punya komputer jinjing mereka harus merogoh dompetnya hanya untuh sekedar memakai internet di kampus padal di samping mereka ada yang nyata-nyata orang yang lebih mampu malahan di gratiskan ADILKAH ini?. mengingat akan tingginya kebutuhan mahasiswa akan kebutuhan internet dan hal itu dapat menunjang dalam akademik hendaknya fasilitas internet di UNNES di GRATISkan seperti halnya parkir kendaraan yang dulu sempat juga dikenakan biaya tapi kini syukur sudah gratis
Tidak ada niat untuk menyalahkan sispun ini hanya pendapat pribadi
Kirim Pesan ya
secara tidak langsung supsidi atau biaya yang dulu di gunakan oleh pusat untuk menyukupi semua kebutuhan mahasiswa dialihkan buat biaya koneksi internet, domain,hosting dan apalah yang digunakan untuk kelengkapan sistem online di unnes. yang menjadi pertanyaan sekarang adalah kenapa mahasiswa dikenakan biaya untuk mengakses koneksi internet padal itu kan seharusnya konpensasi dari pengalihan biaya produksi yang dialihkan, Malah sekarang biaya warnet di kampus naik apa
Yang membuat saya lebih prihatin lagi adalah, adanya supsidi terbalik di UNNES, bagi mana tidak mereka yang punya LEPTOP (NOTE BOOK) bisa mengakses internet dengan Grat IS tanpa ada biaya, Padal dari segi ekonomi mereka lebih beruntung itu terbukti dengan mereka bisa nenteng komputer jinjing, tapi apa yang terjadi pada mereka yang tidak punya komputer jinjing mereka harus merogoh dompetnya hanya untuh sekedar memakai internet di kampus padal di samping mereka ada yang nyata-nyata orang yang lebih mampu malahan di gratiskan ADILKAH ini?. mengingat akan tingginya kebutuhan mahasiswa akan kebutuhan internet dan hal itu dapat menunjang dalam akademik hendaknya fasilitas internet di UNNES di GRATISkan seperti halnya parkir kendaraan yang dulu sempat juga dikenakan biaya tapi kini syukur sudah gratis
Tidak ada niat untuk menyalahkan sispun ini hanya pendapat pribadi
Kirim Pesan ya











setuju…..saudara q, saya sebagai seorang operator (he..he…)warnet kampus, merasa sistem kita ini tidak adil….,terutama bagi yang kutang mampu..(kurang mampu beli leptop), masa’ yang kaya diberi gratisan nge_net….nge_net_nya juga berjam-jam lg….gak malu ap ya…..?
aku mendukung kalo yang peke Leptop dikenakan biaya….!
…ok bos…
ronggo ggiiilllaaaa luhhh
hahahahhhhhhh
sebenarnya sih (klo sy ga salah), untuk akses internet (dalam hal ini bandwidh) sudah difasilitas oleh Universitas. saat ini tiap fakultas dapat jatah 512kbps (lumayan gede kan). tinggal bagaimana fakultas mengelola itu. di FIP, sebenarnya klo fakultas mau ngelola, internet di buat GRATIS untuk mahasiswa, sangat mungkin…
saat nya internet gratis - seperti parkir okke
Yang ingin saya tanyakan :
Kalo warnet gratis, biaya pemeliharaan warnet diserahkan fakultas atau jurusan?
dan juga honor operator ditanggung siapa?
Leave your response!
Terbaru
Ads Berner
Comments
BuZZ mE
UserOnline
TOP Bulan ini
Categories
Archives
se_LINK-an
Tag Cloud
WP Cumulus Flash tag cloud by Roy Tanck requires Flash Player 9 or better.
Random Posts
Most Commented
Most Viewed